31 C
Indonesia
Tuesday, October 26, 2021
Bk8 Taruhan Bola Online Terpercaya Dan Resmi Di Indonesia, Malaysia, Thailand Dan VietnamBK8BK8BK8BK8
HomeDetik NewsGubernur Khofifah Siap Cairkan BLT Rp 600 Ribu Sebelum Ramadan

Gubernur Khofifah Siap Cairkan BLT Rp 600 Ribu Sebelum Ramadan

Super138
BK8
aw8

Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu sebelum Ramadan. BLT tersebut akan dibayarkan selama tiga bulan ke depan kepada warga terdampak pandemi virus Corona atau COVID-19.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya merealokasi dana desa senilai Rp 2,322 triliun untuk bantuan langsung tunai (BLT). Bantuan tersebut rencananya akan diberikan kepada 1.286.374 Rumah Tangga Miskin (RTM) yang terdampak COVID-19.

“BLT diberikan selama tiga bulan. Mulai dari April hingga Juni (total Rp 1,8 juta). Skemanya non tunai atau cashless,” ungkap Khofifah dalam keterangannya, Jumat (17/4/2020).

Khofifah menuturkan realokasi tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 6 Tahun 2020 sebagai revisi Permendes 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.

Permendes tersebut mengatur terkait besaran realokasi dana desa yang dialihkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan hingga bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat desa.

“Ada sejumlah kriteria rumah tangga yang berhak atas BLT tersebut. Antara lain, merupakan keluarga miskin non Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), belum mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH), non pra kerja yang kehilangan mata pencaharian, dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis,” jelasnya.

Khofifah menerangkan realokasi dana desa ini merupakan bentuk jaring pengaman sosial masyarakat guna mengurangi dampak ekonomi akibat COVID-19. BLT tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan logistik jelang Ramadan.

“Kami berharap BLT ini dapat meringankan beban warga desa yang terdampak COVID-19,” terangnya.

Maka dari itu, lanjut Khofifah, Ia meminta kepada seluruh kepala desa dan pemerintah Kabupaten/Kota dapat segera merampungkan data penerima BLT.

“Basis pendataan di RT/RW yang dilakukan oleh Relawan Desa lawan Covid-19. Selanjutnya dibawa ke Musyawarah Desa untuk validasi finalisasi dan penetapan penerima BLT. Data yang sudah ditandatangani Kades tersebut lalu disahkan oleh Bupati/Walikota atau Camat selambatnya 5 hari kerja,” paparnya.

“Aparat desa harus teliti menentukan siapa-siapa yang berhak menerima BLT ini. Jangan sampai ada yang terlewat atau malah double-double dapat bantuannya,” pungkasnya.

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -

Most Popular